Jumlah Penduduk Kabupaten Nagekeo per Januari 2018, 164.422 Orang, Laki-Laki 81.216 orang, Perempuan 83.206 orang, Wajib KTP 118.947 orang, Pemegang KTP 81.396 orang, Jumlah Kepala Keluarga 36.417, Jumlah Penerbitan Akta Kelahiran 38.129

SEKILAS PANDANG NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK)

 

Salah satu hal penting dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan adalah diberlakukannya Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK yang terdiri atas 16 digit itu bersifat unik dan khas, tunggal, serta melekat pada seseorang (dan hanya pada orang itu) sepanjang masa. NIK akan dikenakan pada setiap orang ketika terdaftar sebagai penduduk Indonesia, dan NIK itu tidak dapat diubah sampai orang itu meninggal dunia.

Sesuai amanat Undang-undang  Adminduk, ketentuan pemberlakuan NIK tersebut dijalankan secara bertahap. Undang-undang Adminduk, NIK mulai diberlakukan secara nasional pada tahun 2011. Undang-undang  Adminduk tersebut mengatur tentang pengolahan informasi administrasi kependudukan, yang akan dikelola melalui sistem informasi administrasi kependudukan. Dengan sistem ini, database kependudukan akan selalu dimutakhirkan melalui layanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan dan Kelurahan.

         Dokumen sebagaimana dimaksud diatas meliputi dokumen identitas diri dan bukti kepemilikan. Nomor  Induk Kependudukan yang dapat diakses untuk validasi berbagai dokumen kependudukan lain seperti Paspor, No­mor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat Hak Atas Tanah, Surat Ijin Menge­mudi (SIM), Buku Kepemilikan Kend­araan Bermotor (BPKB), Ijazah SMU atau yang sederajat dan Ijazah Pergu­ruan Tinggi. Jadi, NIK adalah dasar untuk pelayanan publik ke depan.

Dengan pemberlakuan NIK itu, kelak tolok ukur dalam pelayanan publik adalah NIK, karena posisi NIK itu sangat penting untuk memperbaiki sistem dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan nasional.

Read more: SEKILAS PANDANG NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK)

Pelayanan Pencatatan Perkawinan (BS) Massal, Pelayanan Akta Kelahiran di Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro

Masyarakat antusias mengikuti penjelasan dari petugas Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

 

Sebanyak 70 pasangan suami istri mendapatkan pelayanan pencatatan perkawinan (BS), 150 pelayanan akta kelahiran. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari senin tanggal  13 Juli 2015 yang  diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo melaluiBidang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, di Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro.

Kegiatan BS Massal ini di buka oleh Kepala Desa Pagomogo, Adrianus Aha mengucapkan terima kasih atas program BS massal ini sehingga masyarakat Pagomogo bisa mengurus semua dokumen kependudukan yakni kartu keluarga, akta nikah, akta kelahiran dan KTP. ‘’tanggapan masyarakat atas program ini sangat tinggi dan mereka benar-benar melengkapi bahan-bahan sesuai persyaratan yang dibutuhkan”jelas Kades.

Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo, pada kesempatan itu mengungkapkan biodata penduduk yakni Kartu keluarga, KTP dan akta-akta adalah sangat penting. Sebagai warga yang baik harus memiliki semua dokumen kependudukan itu. Hari ini kami dari Dinas hanya mencatatatkan perkawinan masyarakat setelah disahkan nikah secara agama, “ Jelas La Safrudin.  

Penyerahan Dokumen Kutipan Akta Pencatatan Sipil Kepada Masyarakat Desa Renduwawo

    

Penyerahan Kutipan Akta Perkawinan kepada masyarakat                    
Antusias masyarakat mendengarkan penjelasan tentang di Desa Renduwawo, Kecamatan Aesesa Selatan                                         
pentingnya dokumen kependudukan

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo, Paulus Dominikus Sole menyerahkan Kutipan Akta Perkawinan kepada 47 pasang suami isteri dan 10 Akta Kelahiran, di Desa Renduwawo, Kecamatan Asesesa Selatan, Selasa 07 Juli 2015 bertempat di Kantor Desa setempat. Paulus Dominikus Sole pada kesempatan itu menjelaskan bahwa pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak di pungut biaya (GRATIS), larangan ini sebagai mana telah diatur dalam pasal 79A Undang-undang Nomor 24 tahun 2013. Bagi mereka yang telah melaksanakan pencatatan perkawinan ini, dalam mengurus dokumen lain sudah mendapat keringanan karena sebagian dari persyaratan sudah terpenuhi. Adapun manfaat dari akta perkawinan yaitu memberikan legalitas secara hukum oleh Negara kepada pasangan yang telah melaksanakan perkawinan yang sah.

6.040 Blanko e-KTP Tercetak

                            e-KTP

Mengingat Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan yang mengamanatkan agar semua wajib KTP sudah harus memiliki e-KTP pada tahun 2015. Berdasarkan data jumlah wajib KTP Kabupaten Nagekeo sebanyak 115.163 orang, sedangkan e-KTP yang dicetak baik dari pusat maupun dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nagekeo sebanyak 60.654 orang per 30 Juni 2015. Untuk itu Kabupaten Nagekeo membutuhkan tambahan blanko e-KTP sejumlah 54.509  blanko.

Kepala bidang pendaftaran penduduk, Pita Kanisus mengatakan Blanko e-KTP yang di  droping dari pusat untuk tahun 2015, sejumlah 6840 blanko, sedangkan blanko yang telah tercetak sejak Januari hingga Juni 2015 sejumlah 6.040 blangko. 

J a m :

Tuesday, 20 February 2018
Tuesday, 04 Jumada al-thani 1439
Asia - Makassar

Interaktif